Tantangan Pemilu 2024: Disinformasi, Politik Identitas, dan Teknologi AI

0 0

Selamat datang Kredigi di Situs Kami!

Read Time:1 Minute, 44 Second

JAKARTA, 29 Januari 2024 – Pemilu 2024 akan segera digelar pada 14 Februari. Kita berharap pemilu ini dapat terselenggara secara demokratis, jujur, adil dan damai. Tantangan Pemilu 2024: Disinformasi, Politik Identitas, dan Teknologi AI

Namun untuk mencapai hal tersebut memerlukan kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah, penyelenggara, pemangku kepentingan, media, dan masyarakat. Seorang Pria Jalan Kaki 450 Km Usai Bertengkar sama Istri

Permasalahan dalam penyelenggaraan pemilu 2024 salah satunya adalah misinformasi, misinformasi, misinformasi. Permasalahan tersebut dapat menimbulkan kegaduhan, kebingungan dan konflik di masyarakat.

Menurut Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Cominfo) Nesar Patria, tingkat misinformasi, misinformasi, dan disinformasi terkait pemilu 2024 mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan dua pemilu sebelumnya. Hal ini terlihat dari media sosial, pesan instan, dan grup WhatsApp.

“Pada pemilu kali ini, tingkat misinformasi, misinformasi, dan disinformasi terkait pemilu 2024 sudah jauh berkurang dibandingkan dua pemilu sebelumnya,” ujarnya seperti dikutip Kredigi di acara FMB9.

Namun, Nezar mencontohkan, salah satu wawasan baru pada edisi tahun ini adalah penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI). AI dapat membuat konten palsu yang sulit dibedakan secara sekilas.

“Ini penipuan baru tahun ini. Bukan hanya di Indonesia, tapi sejak munculnya AI generatif, sudah digunakan di banyak negara, tidak hanya pemilu, tapi juga kesehatan dan ilmu pengetahuan untuk menyebarkan informasi palsu,” ujarnya. .

Untuk mengatasi masalah ini, Cominfo melihatnya enam bulan sebelum pemilu. Cominfo berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk media arus utama dan platform media sosial di berbagai platform, merupakan tempat paling rentan untuk menyebarkan disinformasi dan disinformasi.

Ketua Dewan Pers Ninik Rahaiu mencatat, kepercayaan masyarakat terhadap media arus utama semakin meningkat jelang pemilu 2024. Berdasarkan hasil survei, kepercayaan masyarakat terhadap media berita televisi rata-rata mencapai 39 persen.

“Sekarang ada iklim positif, ada lebih banyak kepercayaan pada media arus utama. Mereka kembali muncul. Masyarakat akhirnya mulai melihat kebenaran di media arus utama,” katanya. Tantangan Pemilu 2024: Disinformasi, Politik Identitas, dan Teknologi AI

Kepercayaan publik terhadap media arus utama mungkin bisa menjadi jawaban untuk mengalahkan misinformasi pada pemilu 2024. Masyarakat harus kritis dalam mengakses informasi dan lebih memilih informasi dari media arus utama yang disetujui. Selain Indonesia, inilah 3 negara tersisa yang akan menyelenggarakan pemilu pada Februari 2024. Selain Indonesia yang akan melakukan pemungutan suara pada 14 Februari 2024, ada tiga negara lain yang menggelar pemilu. Satu Kredigi 12 Februari 2024

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%