Distop Sementara Karena Pemilu, Bantuan Beras Lanjut Lagi Mulai 15 Februari

0 0

Sugeng rawuh Kredigi di Portal Ini!

Read Time:1 Minute, 43 Second

JAKARTA – Bantuan pangan beras yang sempat tertunda hingga berakhirnya proses pemungutan suara Pemilu 2024, akan dimulai pada 15 Februari 2024. Hal itu dibenarkan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengacu pada instruksi tersebut. dari ‘Presiden Joko. Widodo (Jokowi). Distop Sementara Karena Pemilu, Bantuan Beras Lanjut Lagi Mulai 15 Februari

“Sesuai instruksi Presiden, kita harus menghormati proses pemilu, sehingga diputuskan untuk menghentikan sementara penyaluran bantuan pangan beras,” kata Arief dalam keterangan resmi, Sabtu (10 Juni 2024). Airlangga Tepis Bansos Jadi Biang Kerok Beras Langka

Bantuan pangan beras, kata dia, merupakan salah satu upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat, khususnya masyarakat miskin. Kegiatan tersebut terkait dengan menjaga stabilitas inflasi. Inisiatif lain yang dilakukan pemerintah adalah dengan menerapkan gerakan pangan terjangkau (GPM).

Oleh karena itu, selain bantuan pangan dari pemerintah, program lain juga berfungsi untuk kebutuhan masyarakat secara umum. Masih ada kebutuhan untuk memasok beras ke pasar tradisional, pasar modern, pasar beras utama Cipinang, lanjutnya. .

Menurut Arief, operasi pasar murah terus dilakukan melalui GPM yang bekerja sama dengan pemerintah daerah. Sejak awal tahun ini hingga 31 Januari 2024, GPM telah dilaksanakan sebanyak 429 kali di 31 daerah dan 85 provinsi/kota.

Secara khusus, GPM 200 rencananya akan digelar pada Februari 2024 dengan penyaluran beras Program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 200.000 ton per bulan ke seluruh lini pasar.

Hingga saat ini, program bantuan sosial (bansos) yang diusung pemerintah menuai kritik dari berbagai pihak. Dukungan sosial juga dikaitkan sebagai faktor seleksi. Hal ini tidak dapat dihindari dengan dibukanya serangkaian program dukungan sosial yang berisi pesan atau gambar individu pasangan calon. Bantuan sosial berupa beras 10 kilogram, misalnya, dengan foto calon presiden ditemukan di beberapa daerah di Jawa Tengah dan disebar di aplikasi chat WhatsApp.

“Bansos kini menjadi alat politik. Tanda pertama, masifnya penyaluran bansos sekitar Rp 500 triliun tidak didukung data kemiskinan, namun sedikit menurun meski tidak seberapa,” kata Prof. .Universitas Paramadina. Deedin S Damankhuri dalam diskusi online, Rabu (8/2) lalu. Distop Sementara Karena Pemilu, Bantuan Beras Lanjut Lagi Mulai 15 Februari

Deedin mengatakan, jika bantuan sosial diberikan dalam jumlah yang sangat besar, itu pertanda kemiskinan kembali meningkat. Bahkan, angka kemiskinan disebut-sebut mengalami penurunan. Ia mengatakan kontradiksi tersebut merupakan tanda bahwa bansos telah menjadi alat politik, apalagi jika disalurkan jelang Pilpres 2024.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%